Sunday, 16 December 2018

Kelebihan dan Kelemahan Media Massa dalam Jaringan/Online

a. Kelebihan :
• Memberikan Informasi dengan cepat tidak seperti media cetak
• Lebih Efisien dan akurat
• Lebih mudah diakses oleh khalayak kapan saja dan dimana saja serta harus terhubung jaringan koneksi internet
• Lebih simple dan praktis
• Sangat berguna sekali khalayak dalam menjalankan suatu usaha di media baru.
• Promosi usaha lewat media baru (New Media) lebih murah dan lebih cepat di ketahui oleh orang.
• khalayak atau pembaca dapat menemukan apa saja di media baru (New Media) yang bermafaat untuk kehidupan.
• Terjangkau digunakan oleh khalayak lewat koneksi internet.
• Bisa mengetahui harga pasar usaha dan melihat kondisi pasar usaha yang sedang trend serta lagi trend apa.
b. Kekurangan :
• Untuk mendapatkan berita harus selalu terhubung dengan internet, jadi hanya orang yang mampu untuk browsing yang bisa menikmati media online.atau dari kalangan tertentu.
• Biaya relatif mahal, karena harus memiliki PC/laptop atau smartphone dan paling tidak wifi, atau hotspot,atau speedy.
• Belum meratanya jaringan internet. Apalagi di pedesaan yang jauh dari jaringan internet. Karena biasanya hanya orang perkotaan yang bisa meng akses internet.

Jenis-jenis Media dalam jaringan

1. Jenis-jenis media masa online diklasifikasikan berdasarkan situs berita dan pemiliknya. Jika berdasarkan situs berita, maka Media Masa Online dibagi menjadi :
• Edisi online dari media masa cetak
• Edisi online dari media masa elektronik
• Media masa online murni. Yang tidak ada kaitannya dengan media masa cetak maupun media masa elektronik.
2. Berdasarkan pemiliknya atau yang sering dikenal sebagai publisher, maka media masa online dibagi menjadi:
• Situs penyiaran (News organization website) Merupakan situs lembaga pers atau organisasi pers.

Contoh



• Situs perusahaan (Commercial organization website) Digunakan oleh perusahaan untuk kepentingan bisnis comersial.

 



• Situs pemerintah
 

• Blog pribadi (personal website)
 
     

Ciri-ciri Media Massa dalam Jaringan/Online

Menurut Iswara (2001) menjelaskan karakteristik yang dimiliki media online antara lain yaitu :
1. Kecepatan (aktualitas) informasi
Kejadian atau peristiwa yang  terjadi di lapangan dapat langsung di upload ke dalam situs web media online ini, tanpa harus menunggu hitungan menit, jam atau hari, seperti yang terjadi pada media elektronik atau media cetak. Dengan demikian mempercepat distribusi informasi ke pasar (pengakses), dengan jangkauan global lewat jaringan internet, dan dalam waktu bersamaan. Umumnya informasi yang ada tertuang dalam bentuk data dan fakta bukan cerita. Dengan demikian para penikmat berita juga bisa mendapatkan sebuah berita dengan tingkat aktualitas yang tinggi.
2. Adanya pembaruan (updating) informasi
Dalam media masa online, Informasi disampaikan secara terus menerus, karena adanya pembaruan informasi. Penyajian yang bersifat realtime ini menyebabkan tidak adanya waktu yang diiistemewakan (prime time) karena penyediaan informasi berlangsung tanpa putus, hanya tergantung kapan pengguna mau mengaksesnya.
3. Interaktivitas
Salah satu keunggulan media online ini yang paling membedakan dirinya dengan media lain adalah fungsi interaktif. Model komunikasi yang digunakan media konvensional biasanya bersifat searah (linear) dan bertolak dari kecenderungan sepihak dari atas (top-down). Sedangkan media online bersifat dua arah dan egaliter. Berbagai features yang ada seperti chatroom, e-mail, online polling/survey, games, merupakan contoh interactive options yang terdapat di media online. Pembaca pun dapat menyampaikan keluhan, saran, atau tanggapan ke bagian redaksi dan bisa langsung dibalas. Atau dengan kata lain, dalam media masa online ini, terjadi komunikasi dua arah antara si pemilik website dengan pembaca. Hubungan ini bisa terjadi melalui kolom komentar yang disediakan. Bisa juga berupa polling ataupun fasilitas chat online yang disediakan oleh pemilik website.
4. Personalisasi
Pembaca atau pengguna semakin otonom dalam menentukan informasi mana yang ia butuhkan. Media online memberikan peluang kepada setiap pembaca hanya mengambil informasi yang relevan bagi dirinya, dan menghapus informasi yang tidak ia butuhkan. Jadi selektivitas informasi dan sensor berada di tangan pengguna (self control).
5. Kapasitas muatan dapat diperbesar
Isi dalam media masa online, memuat Informasi yang bisa dikatakan tanpa batas karena didukung media penyimpanan data yang ada di server komputer dan sistem global. Informasi yang pernah disediakan akan tetap tersimpan, dan dapat ditambah kapan saja, dan pembaca dapat mencarinya dengan mesin pencari (search engine). Selain itu juga, para pembaca bisa membuka lagi media yang sudah lama dimasukan, kapan saja, karena sudah tersimpan dengan aman.
6. Terhubung dengan sumber lain (hyperlink)
Setiap data dan informasi yang disajikan dapat dihubungkan dengan sumber lain yang juga berkaitan dengan informasi tersebut, atau disambungkan ke bank data yang dimiliki media tersebut atau dari sumber-sumber luar. Karakter hyperlink ini juga membuat para pengakses bisa berhubungan dengan pengakses lainnya ketika masuk ke sebuah situs media online dan menggunakan fasilitas yang sama dalam media tersebut, misalnya dalam chatroom, lewat e-mail atau games.
7. Universal
Berita-berita yang disajikan dalam media masa online ini memiliki Jangkauan luas dan menyeluruh, artinya bisa dinikmati oleh orang di seluruh dunia yang memiliki jaringan internet. Dengan begitu, semua orang bisa mendapatkan informasi dengan cepat.

Pengertian Media Massa dalam Jaringan/Online

        Media massa dalam jaringan atau media  online adalah media yang disajikan secara online/dalam jaringan. Online  adalah istilah bahasa dalam internet yang artinya sebuah informasi yang dapat diakses dimana saja selama ada jaringan internet, sebagai medianya adalah website. Jika dilihat dari segi fisiknya, maka media online berarti media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia yaitu computer dan internet. Kedudukan media masa online merupakan media massa generasi ketiga diantara media lainnya yaitu, media massa cetak (koran, majalah, tabloid) dan Media masa elektronik (radio, TV). Jika lebih luas lagi, secara umum media massa online juga berarti sarana komunikasi secara online. Oleh karena itu yang termasuk kategori media massa online secara umum adalah website yang di dalamnya juga termasuk blog. Sedangkan pengertian media massa online secara khusus adalah media komunikasi massa yang memiliki karakteristik tertentu. media masa online secara khusus berarti media yang menyajikan karya jurnalistik berupa berita, artikel serta feature secara online. 
Asep Syamsul M. Romli dalam buku jurnalistik Online : Panduan Mengelola Media Online (Nuansa, Bandung, 2012) mengartikan media online sebagai berikut : Media online (online media) adalah media massa yang tersaji secara online di situs web (website) internet. Masih menurut Romli dalam buku tersebut, media online adalah media massa ”generasi ketiga” setelah media cetak (printed media) –koran, tabloid, majalah, buku– dan media elektronik (electronic media) –radio, televisi, dan film/video. Media Online merupakan produk jurnalistik online. Jurnalistik online –disebut juga cyber journalisme– didefinisikan wikipedia sebagai “pelaporan fakta atauperistiwa yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet”. Secara teknis atau ”fisik”, media online adalah media berbasis telekomunikasi dan multimedia (komputer dan internet). 

Pengelolaan Surat Kabar


1.       Struktur Pengelolaan Surat Kabar
Surat kabar Koran pertama yang terbit di Indonesia yakni pada zaman VOC sekitar tahun 1745. Isi surat kabar pertama tersebut hanya memuat aneka berita tentang kapal dagang VOC, mutasi pejabat, berita pernikahan, kelahiran dan kematian. Pembacanya pun masih terbatas warga Belanda sendiri dengan judul Bataviasche Nouvelles. Koran ini terbit seminggu sekali dengan isi empat halaman.
Pada umumnya, terdapat dua bagian besar sebuah penerbitan pers atau media massa yakni, Bagian Redaksi (Editor Department) dan Bagian Pemasaran atau Bagian Usaha (Business Department). Dalam penerbitan sebuat surat kabar, biasanya terdiri dari beberapa bagian ataupun devisi yang bertanggung jawab langsung maupun tidak langsung terhadap sebuah penerbitan sebuah surat kabar, adapun susunan tim dalam sebuah sedaksi surat kabar adalah sebagai berikut: 
a)       Penanggung jawab surat kabar:  pimpinan dari lembaga penerbit surat kabar. 
b)        Pemimpin Redaksi adalah salah satu dari tim redaksi yang bertugas mengajak/ memimpin rapat redaksi untuk menentukan tema dan dan topik-topik tulisan setiap edisi surat kabar. 
c)       Tim Redaksi merupakan beberapa orang (2-3 orang atau lebih) yang bertugas menseleksi, mengolah dan menyunting tulisan yang masuk agar cocok untuk dimuat surat kabarnya (dari segi topik dan panjang tulisan). Tim redaksi juga menjadi reporter yang mencari bahan tulisan dan narasumber untuk ditulis sesuai kebutuhan materi sebuah edisi surat kabar. Serta melakukan pemotretan dan mengumpulkan/ menyusunnya menjadi stok foto yang sewaktu-waktu siap digunakan.
d)       Tim Reporter adalah wartawan lapangan yang bekerja untuk mencari berita di lapangan, mewawancarai seseorang, dan membuat tulisan hasil lapangan/wawancara tersebut. Hasil laporannya kemudian diolah (diedit) tim redaksi menjadi tulisan yang siap dimuat. Selain itu, reporter juga melakukan pemotretan yang diperlukan. 
e)        Lay-outer/type setter adalah orang yang bertugas melakukan tataletak (lay-out) naskah, gambar, dan bagian-bagian lain di dalam surat kabar dan tata aksara (setting) yaitu pemilihan jenis dan ukuran huruf yang sesuai dengan kebutuhan (jelas dan artistik).
f)       Ilustrator adalah orang yang membuat gambar ilustrasi untuk melengkapi suatu naskah (cerita/catatan pengalaman, cerpen, puisi, dan sebagainya).
g)       Kontributor tulisan adalah seseorang yang punya kepandaian menulis tetapi tidak masuk ke dalam struktur organisasi media. Beberapa orang seperti ini dapat diperoleh dari jenis keahlian  (kompetensi) tertentu, misal: Guru (menulis tentang isu pendidikan), petani maju (menulis tentang inovasi pertanian), petugas Puskesmas (menulis tentang isu-isu kesehatan masyarakat), staf pemerintahan (menulis tentang isu-isu otonomi daerah), dan sebagainya. Juga terdapat perorangan yang memang merupakan pemerhati dan bersedia menuliskan hasil pengamatan/pemikirannya.

2.       Proses Percetakan
Dalam makalah ini kami tidak menjelaskan berbagai alat yang digunakan dalam proses percetakan, namun cukup hanya sekedar mengetahui beberapa tekhnik percetakannya. Pada saat ini ada lima macam teknik cetak yang umumnya digunakan,  yaitu: ( Frank Jefkins, 1996:252) 
a)       Offset-lithography 
Kata offset umumnya digunakan untuk merujuk proses pencetakan lithography. Hal itu berarti bahwa ada tiga silinder dengan fungsi yang berbeda dalam mesin offset – lith. Plat dilengkapkan mengelilingi silinder plat dengan citra cetak bentuk positif pertama, mencetak pada selimut silinder kedua sehingga citra cetak positif menjadi negative atau terbalik. Kemudian citra cetak kedua mencetak citra cetak negative pada kertas yang digunakan melalui silinder.
b)       Flexografi/cetak tinggi
Digunakan di Inggris guna untuk mencetak “delicate material’’ seperti foil untuk kemasan. Flexography dikembangkan di Amerika Serikat untuk priduksi surat kabar. Flexography merupakan proses web letterpress rotary, tetapi proses percetakan ini menggunakan plat karet yang fleksibel, dan solvent yang cepat kering atau tinta dengan basis air. Dengan menerapkan plat potopolimer yang telah diolah lagi dan tinta khusus. 
c)       Potogravure
Mempunyai keunggulan pada usia plat cetak atau sleeve. Mempunyaikualitas yang cukup bagus dan murah, biasanya digunakan untuk mencetak kertas jenis art paper, dalam versi yang lebih baik photogravure digunakan untuk mencetak prangko atau benda pos lainnya.
d)       Sablon/cetak saring/screen printing
Teknik cetak ini berasal dari negri cina, yang memanfaatkan layar (screen) atau tenunan (mesh) rambut manusia. Biasanya digunakan untuk mencetak kertas, papan, plastic, kaos, dll.
e)       System hard-dot
Versi terbaru pencetakan photogravure, yang mengahsilkan cetakan yang sebanding kualitasnya dengan cetak offset-litho. Merupakan system silindergravure hard-dot kliscograph elektronik buatan Jerman. Sisitem ini memiliki plat dengan permukaan bidang cetaknya berupa titik-titik yang berbentuk sesuai dengan desain yang menonjol keluar. Bentuk seperti ini berlainan dengan plat pada system pothogravure. System hard-dot memiliki area permukaan dengan ukuran yang bervariasi dengan terang atau gelapnya nada warna. Berbeda dengan system potogarvure yang memanfaatkan kotak-kotak sel cekung yang dapat menyimpan tinta sesuai dengan derajat gelap terangnya nada warna yang diinginkan.

3.       Proses Penerbitan
Pada umumnya terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui dalam penerbitan surat kabar. Tahapan penerbitan ini penting dilakukan agar berita atau informasi yang dihasilkan dapat memnuhi syarat penerbitan yang baik. Adapun tahapan-tahapan tersebut antara lain:
a)       Tahap Perencanaan 
Tahap perencanaan dalam manajemen redaksional untuk surat kabar harian adalah penentuan kebijakan isi pemberitaan untuk esok pagi, dan membahas berita-berita yang perlu ditindaklanjuti. Berita yang baik adalah hasil perencanaan yang baik. Prinsip ini berlaku bagi berita yang sifatnya diduga. Fungsi perencanaan, merupakan  kegiatan yang dimulai dari pembahasan ide (gagasan) awal sampai dengan pelaksanaan proses pencarian berita. Hal yang biasanya dibahas dalam tahap perencanaan ini antara lain :
•        Menentukan wilayah sasaran.
•        Mengidenktifikasi dan menentukan indikator efektivitas (indicators of effectiveness) dari setiap pekerjaan yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan
•        Menentukan hasil yang ingin dicapai dalam jangka panjang dengan selalu  berinovasi.
•        Mempersiapkan rencana tindakan yang terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: (a )Menentukan urutan tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Tindakan ini lebih ditegaskan saat rapat redaksi; (b) Penjadwalan (scheduling) menentukan waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau sasaran. Penjadwalan dan penugasan untuk para reporter yang tergabung ke dalam newsroom agar mereka melaksanakan tugas peliputannya; (c) Anggaran (budgeting) menentukan sumber-sumber yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Tim redaksi juga harus memperhitungkan dengan  cermat masalah iklan masuk dan biaya- biaya lainnya seperti penugasan pemimpin redaksi maupun reporter untuk mengikuti perkembangan yang terjadi; ( d ) Pertanggungjawaban, menetapkan siapa yang akan mengawasi pemenuhan tujuan yaitu pihak yang menyatakan tujuan sudah tercapai atau belum; (e) Menguji dan merevisi rencana sementara (tentative plan); (f ) Membangun pengawasan, yaitu memastikan tujuan akan terpenuhi. Pengawasan secara detail hanya dilakukan oleh Kepala Bagian Marketing dan Pemimpin Redaksi Harian Umum Radar Cirebon. Kepala Bagian Marketing fokus pada masalah  iklan, sedangkan redaksi fokus pada masalah pemberitaan; (g) Komunikasi-komunikasi antar organisasi yang baik, sehingga para stafnya melakukan tugasnya dengan hati yang ikhlas dan senang; (h)Pelaksanaan.
b)       Tahap pengorganisasian
Pengorganisasian manajemen redaksional adalah penyusunan struktur organisasi dan pembagian tugas pekerjaan serta penempatan orang berikut jabatannya di dalam struktur organisasi. Pada proses redaksional terdapat staffing yang berfungsi untuk melaksanakan aktifitas redaksional (Djuroto, 2006: 117)
c)       Tahap Penggerakan
Tahap penggerakan dalam manajemen redaksional adalah aktivitas yang menggerakkan orang-orang beserta fasilitas penunjangnya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, yaitu menghasilkan produk jurnalistik. Aktivitas tersebut meliputi peliputan, penulisan, dan penyunting berita.
d)       Tahap Peliputan
Proses peliputan dalam manajemen redaksional adalah mencari berita (news hunting), atau meliput bahan berita. Aktivitas meliput berita dilakukan setelah melewati poses perencanaan dalam rapat proyeksiredaksi. Dalam meliput berita terdapat tiga teknik, yaitu reportase, wawancara, dan riset kepustakaan (studi literatur).Pengolahan data seperti berita isu membutuhkan ketepatan dengan narasumber yang terkait, jika tidak akurat bias menjadi kendala dalam prosespeliputan. Ini menjadi hambatan yang sering terjadi di lapangan.Proses peliputan seperti isu membutuhkan suatu teknik pendekatan terhadap narasumber yang terkait untuk bias mendapatkan data. 
 Penulisan berita biasanya menggunakan teknik melaporkan (to report), yang merujuk pada pola piramida terbalik (inverted pyramid), dan mengacu pada rumusan. 5W+1H. Berita ditulis dengan menggunakan rumus 5W+1H, agar berita menjadi lengkap, akurat, dan sekaligus memenuhi standar teknis jurnalistik. Setiap peristiwa yang dilaporkan, harus terdapat enam unsur dasar, yaitu what (peristiwa apa yang akan dilaporkan kepada khalayak), who (siapa yang menjadi pelaku dalam peristiwa berita itu), when (kapan peristiwa itu terjadi), where(dimana peristiwa itu terjadi), why (mengapa peristiwa itu sampai terjadi), dan how (bagaimana jalannya peristiwa atau bagaimana cara menanggulangi peristiwa itu). Dalam konteks Indonesia, para praktisi jurnalistik kerap menambahkan satu unsur lagi yaitu aman (safety, S), sehingga rumus anny a menj adi 5W+1 H ( 1 S ).  Maksudnya, beriata apapun yang akan dipublikasikan, diyakini tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi media massa bersangkutan dan masyarakat serta  pemerintah. 
Teknik melaporkan (to report), reporter atau  tidak boleh memasukkan pendapat pribadi dalam berita yang ditulis. Berita adalah laporan tentang fakta secara apa adanya (das sain), bukan laporan tentang bagaimana seharusnya (das sollen). Reporter atau wartawan Radar Cirebon melaporkan liputan dengan menulisnya di ruang redaksi dengan data yang di dapat menggunakan bahasa yang lugas seperti dalam teknik piramida terbalik berarti pesan disusun secara deduktif. Kesimpulan dinyatakan terlebih dahulu pada paragraf pertama, kemudian disusul dengan penjelasan dan uraian yang lebih rinci pada paragraf-paragraf berikutnya.
e)       Tahap Pengawasan
Tahap pengawasan dalam manajemen redaksional adalah kegiatan untuk mengetahui apakah pelaksanaan kerja bidang redaksional telah sesuai dengan rencana semula atau tidak.


Isi dan Fungsi Surat Kabar

Isi Surat Kabar 
Pada umumnya, isi yang terdapat pada sebuah surat kabar terdiri dari berita, tajuk rencana (editorial), artikel, pojok, surat pembaca, karikatur, dan halaman suplemen. Selain itu, di dalam surat kabar ditemui pula kolom-kolom iklan berbagai ukuran yang ditempatkan di halaman tertentu.
a. Berita
Merupakan laporan ringkas mengenai peristiwa atau kejadian yang ditulis oleh wartawan berdasarkan fakta-fakta di lapangan yang dikumpulkan dalam mengungkap peristiwa yang terjadi atau perkembangan dari peristiwa yang telah atau pernah dilaporkan.
Dari segi penempatan/posisi, berita dapat diletakkan sebagai headline (kepala berita – judul berhuruf lebih gemuk/tebal) dan non-headline. Headline yaitu apabila berita-berita yang mengungkap peristiwa atau kejadian yang dianggap penting dan perlu segera diketahui oleh kalangan luas. Non-headline yaitu berita berita yang biasa saja namun perlu diketahui oleh khalayak umum. Pada berita-berita tertentu ada yang disertakan foto/gambar sebagai pelengkap atau pendukung.
Untuk berita yang tidak mengejar nilai aktualitas, lazimnya disuguhkan dalam rubrik features (baca: berita kisah). Features dapat diartikan sebagai karya atau produk jurnalistik yang belum tentu seluruhnya berisi perkembangan terakhir. Features ini disampaikan dengan gaya bahasa yang menarik dan uraian yang lebih bercerita. Fokus penulisan features ini pada umumya menyangkut masalah human interest.
b. Tajuk Rencana (Editorial)
Tajuk rencana adalah sebuah tulisan yang merupakan pemikiran pokok dalam surat kabar yang membawakan visi atau opini dari institusi pers yang bersangkutan. Rubrik ini merupakan salah satu isi surat kabar yang layak dibaca karena berguna untuk mengetahui sejauh mana kebijakan yang disampaikan oleh redaktur dalam menyoroti masalah yang dianggap penting, yang sedang menjadi isu publik dan menyangkut kepentingan umum.
c. Artikel
Artikel merupakan tinjauan atau kupasan mengenai suatu hal yang sesuai dengan arah pemikiran dari penulisnya. Artikel biasanya disebut dengan opinion peaces dan umumnya mencantumkan nama penulisnya. Artikel berasal atau dikirim dari berbagai kalangan dan dimuat setelah melalui seleksi oleh tim redaktur surat kabar yang menanganinya. Biasanya, setiap penulis artikel mendapatkan honorarium sebagai imbalan.
d. Pojok
Pojok merupakan rubrik khusus dalam surat kabar yaitu tulisan khas redaktur yang disajikan secara ringkas (kalimat pendek) dalam menyoroti masalah yang masih dianggap aktual. Gaya bahasa dalam rubrik ini sering disebut troponstyl, bersifat humoris dan menyindir, serta terkadang dibantu dengan menggunakan bahasa daerah.
e. Karikatur
Karikatur merupakan gambar sketsa yang berisi sindiran atau kritikan terhadap suatu peristiwa atau topik berita yang menarik perhatian khalayak umum. Biasanya tokoh yang terlibat dalam pemberitaan ditampilkan dengan wajah mirip. Teknis penggambarannya sesuai dengan deformasi bentuk aslinya. Gambar sketsa ini bercerita lucu namun maknanya cukup kritis sekaligus dapat menghibur pembaca.
f. Surat Pembaca
Surat pembaca dapat diartikan sebagai tulisan yang berasal dari kalangan/masyarakat yang dimuat oleh surat kabar karena mengandung tanggapan terhadap sesuatu hal atau usul dan saran, baik untuk kepentingan lingkup yang luas maupun terbatas. Fungsi dari surat pembaca ini adalah sebagai ruang untuk berekspresi bagi khalayak dan juga sebagai sarana penghubung antara redaksi surat kabar dan para pembacanya.
g. Iklan
Iklan sering ditemui dalam halaman atau lembar surat kabar. Sebagai perusahaan pers, surat kabar sangat bergantung pada iklan. Dalam bahasa lain, mati hidupnya suatu perusahaan atau penerbitan pers sangat bergantung pada muatan iklan karena iklan merupakan bagian dari penyiaran informasi yang dibayar.
h. Halaman Suplemen
Halaman suplemen merupakan halaman tambahan pada surat kabar yang ditemui pada hari-hari atau event tertentu. Halaman suplemen biasanya memuat informasi bertopik khusus dan kolom-kolom iklan.

Fungsi Surat Kabar
Fungsi surat kabar yaitu :
1. Menyiarkan informasi
Sebagai media untuk menyiarkan informasi ini adalah  fungsi surat kabar yang pertama dan utama untuk khalayak pembaca berlangganan atau membeli surat kabar karena memerlukan informasi mengenai berbagai hal mengenai peristiwa yang terjadi, gagasan atau pikiran orang lain, apa yang dilakukan orang lain, apa yang dikatakan orang lain dan lain sebagainya.
2. Mendidik
Sebagai sarana pendidikan massa (Mass Education), surat kabar memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan, sehingga khalayak pembaca bertambah pengetahuannya. Fungsi mendidik ini bisa secara implisit dalam bentuk berita, bisa juga secara eksplisit dalam bentuk artikel atau tajuk rencana. Kadang-kadang cerita bersambung atau berita bergambar juga mengandung aspek pendidikan.
3. Menghibur
Hal-hal yang bersifat hiburan sering dimuat dalam surat kabar untuk mengimbangi berita-berita berat (Hard News) dan artikel yang berbobot. Isi surat kabar yang bersifat hiburan bisa berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok, karikatur, tidak jarang juga berita mengandung minat insani (Human Interest) dan kadang-kadang tajuk rencana.
4. Mempengaruhi
Fungsinya yang keempat ini yakni fungsi mempengaruhi yang menyebabkan surat kabar memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Fungsi mempengaruhi dari surat kabar secara implisit terdapat pada berita, sedang secara eksplisit terdapat pada tajuk rencana dan artikel. Fungsi mempengaruhi khusus untuk bidang perniagaan pada iklan-iklan yang dipesan oleh perusahaan-perusahaan. (Effendy, 1986 : 122-123)

Jenis-Jenis Surat Kabar

Dalam buku “Jurnalistik Indonesia” karya Sumadiria, mengungkapkan berdasarkan jenis dan sirkulasi, segmentasi dan pangsa pasarnya, pers dapat diklasifikasikan ke dalam lima kelompok, yaitu:
1. Pers Komunitas
Pers komunitas memiliki jangkauan wilayah sirkulasi yang sangat terbatas.Bisaanya hanya mencakup satu atau beberapa Desa dalam satu Kecamatan.Kebijakan pemberitaan pers komunitas lebih banyak diarahkanuntuk mengangkat berbagai potensi dan masalah aktual di Desa atau Kecamatan setempat. Fungsi yang lebih banyak dikembangkan pada pers komunitas adalah penyebarluasan informasi dan edukasi. Contoh, majalah Betang, Natas.
2. Pers Lokal
Pers lokal hanya beredar di sebuah Kota dan sekitarnya.Salah satu ciri pers lokal ialah 80 persen isinya diisi oleh berita, laporan, tulisan dan sajian gambar bernuansa lokal. Motivasi dan ambisi pers lokal adalah menjadi “raja” di Kotanya sendiri. Pers lokal disebut sebagai kamus sebuah kota karena apa pun peristiwa dan fenomena tentang Kota tersebut pasti dijumpai di dalamnya. Sebagai contoh, mulai dari nomor-nomor telepon penting sampai dengan tempat-tempat barang loakan termasuk buku-buku tua dapat dijumpai pada halaman media pers lokal. Kebijakan redaksional pers lokal lebih bertumpu pada pengembangan dimensi kedekatan geografis dan kedekatan psikologi (proximity) dalam segala dimensi aplikasinya. Contoh, koran kedaulatan rakyat.
3. Pers Regional
Pers regional berkedudukan di Ibu Kota Provinsi.Wilayah sirkulasinya meliput seluruh Kota yang terdapat dalam suatu Provinsi tersebut.Dalam situasi normal, kebijakan pers regional tidak jauh berbeda dengan pers  lokal.Wilayahnya lebih luas mencakup suatu Provinsi.Motivasi dan ambisi pers regional adalah tetap selamanya menjadi “raja” di wilayah suatu Provinsi. Ini berarti, pers regional masih tetap tidak akan beranjak dari teori proximity dengan cara membangun dan mengembangkan kedekatangeografis dan kedekatn psikologis serta sosio kultural dengan khalayak serta kultur daerahnya. Contoh, koran Jawa post.
4. Pers Nasional
Pers nasional lebih banyak berkedudukan di Ibu Kota Negara.Wilayah sirkulasinya meliputi sebagian besar provinsi yang berada dalam jangkauan sirkulasi melalui tranparasi udara, darat, sungai dan laut.Untuk memenuhi tuntutan distribusi dan sirkulasi, pers nasional lebih banyak mengembangkan teknologi sistem cetak jarak jauh. Kebijakan redaksional pers nasional lebih banyak menekan kepada masalah, isu, aspirasi, tuntutan dan kepentingan nasional secara keseluruhan tanpa memandang sekat-sekat geografis atau ikatan primordial seperti agama, budaya, dan suku bangsa. Contoh, koran kompas
5. Pers Internasional
Pers internasional hadir di sejumlah Negara dengan menggunakan teknologi sistem jarak jauh dengan pola pengembangan zona atau wilayah. Sebagai contoh, kita di Indonesia membaca majalah Times, Newsweek, atau surat kabar harian international Herald Tribune edisi Asia, sementara warga Inggris menikmati Times,atau Newsweekedisi Eropa. Wilayah sirkulasi pers internasional lebih banyak berpusat di Ibu Kota. Contoh CNN.

Membuat blog melalui Blogger dan Wordpress

Syarat pertama dalam membuat blog adalah memiliki posel (email). Selain digunakan untuk menerima dan berkirim surat lewat internet, posel ...